Error Ubuntu 12.04 E:encountered a section with no package header e problem with mergelist

Ternyata kalau kondisi internet nggak mulus, ketika lagi update package di linux sering bikin sakit kepala. Dan untuk sekarang ini kondisi internet di Indonesia masih banyak yang belum stabil. Terutama yang pakai paket data, kalo sinyal ilang, maka koneksi internet juga putus. Lhaa kalo lagi update trus internet putus seringnya ada file corrupt yang jadinya bikin error proses selanjutnya.

Itu analisaku sama error di Ubuntu 12.04 yang terinstall di notebookku. Errornya kaya gini :

E:encountered a section with no package header e problem with mergelist

Solusinya ternyata gampang. Tinggal hapus file yang ada di folder /var/lib/apt/list/. Kemudian jalankan apt-get update. Dan masalah akan selesai. Caranya lewat terminal:

sudo rm /var/lib/apt/list/* -vf
sudo apt-get update
sudo apt-get upgrade

Tapi pastikan ada koneksi internet yang stabil saat update ! Trus kalo gak ada internet, bisa pakai CD atau DVD dengan menjalankan:

sudo apt-cdroom add

Oke, itu aja solusinya … selamat mencoba dan semoga berhasil seperti saya 😀

Advertisements

Cara membuat launcher – application launcher – desktop launcher pada Linux Ubuntu 11.10 – Unity Desktop

Belum lama ini aku mendapatkan notebook baru dengan spek lumayan. Tetapi OSnya masih Windows 7. Karena aku nggak suka pakai Windows, aku langsung ganti dengan OS favoritku yaitu Ubuntu. Pada saat nginstall, versi terakhir dari ubuntu adalah versi 11.10 (Oeneric).

Saat menggunakan versi ini, rasanya seperti menggunakan OS baru. Bener-bener baru semuanya karena menggunakan desktop Unity (another face of Gnome 3). Setelah mencoba beberapa hari, aku merasakan banyak kemudahan dan semuanya bertambah simpel dalam pengoperasiannya terutama adanya Dash Home sebagai laucher utama. “Everything start from Dash Home” yaaa boleh aku katakan begitu lah …

Namun ada yang terasa hilang dari kebiasaanku menggunakan Ubuntu berbasis Gnome 2 yaitu soal lancher aplikasi. Kalau dulu mau mengatur atau membuat lancher tinggal cari menu “Add to panel” Jangan harap akan mudah membuatnya. Inilah satu-satunya yang membuatku cukup repot.

Yaitu untuk mengakses aplikasi harus membukah dash home terlebih dahulu kemudian ketik nama aplikasi, baru keluar icon aplikasnya. Baru kemudian baru bisa dibuka. Sungguh proses yang panjang. Model ini menurutku berbanding terbalik dengan clean dan fresh desktop yang ditawarkan. Memang dengan model ini desktop menjadi bersih dan fresh. Sebenarnya cukup dari dash home bisa akses semuanya, Tetapi untuk aplikasi favoritku yang sering diakses seperti Netbeans, Geany, SQL Developer, Teamviewer, Terminal dan lainnya butuh waktu cepat. Mengakses melalui dash home membuatkua kadang gregetan sendiri.

Tetapi Dengan sedikit trick ahirnya menaruh dan membuat shortcut di desktop sehingga bisa mudah. Caranya tertantung dari jenis aplikasinya:

  1. Untuk aplikasi yang berasal dari hasil installasi dari software center atau paket .deb, dengan membuat mendrag icon aplikasi ke desktop dari dash home.
  2. Untuk aplikasi yang berasal dari hasil ekstrak file yang untuk membukanya dari file .sh sepeerti sql developer caranya dengan copy launcher yang sudah ada kemudian kita ganti arah command dan launcher iconnya.

Berikut ini step by stepnya: Continue reading

Cara menginstall java jdk6 pada Red Hat 5 dan Cara Mengganti default java pada Red Hat 5 Enterprise Server 64 bit

Menjadi seorang admin server atau data center kadang menyenangkan kalau semuanya lancar jaya, tetapi kadang sampe pucat pasi keringat dingin di ruangan server bersuhu 18 derajat celcius kalau ada error atau masalah yang penyelesaiannya nggak tau harus bagaimana lagi.

Aku bukan seorang admin server atau data center, tetapi sering melakukan pekerjaan layaknya seorang admin data center seperti install server, konfigurasi network, install os server dan lainnya. Catatan ini aku buat agar aku nggak lupa apa yang aku lakukan malam ini (kamis, 29 September 2011, jam 00.10 WIB). Semuanya try, catch, error dan finally sukses :mrgreen:

Whaaa lembur atau ngapain tuh jam segitu belum pulang ke rumah ?
Jangan di tanya soal ini yak !

Oke, di bawah ini adalah catatanku tentang cara menginsall Java khususnya jdk6 u27 pada OS Linux Red Hat 5.5. Penuh dengan suka dan dan duka… (lebay bro …) tapi itulah yang aku rasakan, soalnya install server sambil menemui beberapa masalah yang sempet bikin aku panik. Langsung aja …

  1. Download installer jdk 64 bit buat linux red hat dari websitenya oracle, sampai mendapatkan file jdk-6u27-linux-x64-rpm.bin atau versi yang lebih baru. http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk-6u27-download-440405.html
  2. Melaui terminal, masuk sebagai user root kemudian masuk ke folder dimaan installer jdknya di simpan. Dalam hal ini aku mendownload dan menyimpannya di /home/glassfish/jdk-6u27-linux-x64-rpm.bin. Kemudian jalankan perintah sh jdk-6u27-linux-x64-rpm.bin dan tunggu sampai selesai. Lihat gambar di bawah ini :

  3. Selesai !

Lho koq gampang banget ? Iya emang gampang, tapi kita belum bisa menggunakan java yang barusan kita install sebagai default jvmnya. Kita harus mengubah alternatif java pada /usr/sbin/alternatives. Default java kalau kita menginstall red hat adalah jdk versi 1.4.2 … jaman jebod broo…

Cara mengganti default java dari jdk 1.4.2 ke jdk6 adalah sebagai berikut :

  1. Tetep login sebagai root kemudian ketikan perintah /usr/sbin/alternatives –install /usr/bin/java java /usr/java/jdk1.6.0_23/bin/java 1
    Atau lihat gambar di bawah ini :

  2. Kemudian cek versi java default dengan perintah :
    java -version, hasilnya harus jdk6 seperti pada bagian terakhir gambar nomor 2 di atas …

Selamat mencoba semoga sukses …

Cara install Adobe Acrobat Reader di Ubuntu 9.10 atau 10.04 atau 10.10

Secara default OS Ubuntu menyediakan pdf reader yang powerfull untuk membaca file-file pdf. Tetapi kalau ingin menggunakan adobe acrobar reader di OS Ubuntu, berikut ini tutorialnya. Sekalian plugin pdf di mozilla firefoxnya otomatis terinstall.

Ternyata nggak susah koq install adobe acrobar reader di linux (ubuntu). Dulu saya puas menggunakan pdf reader bawaan ubuntu (Linux favoritku). Tetapi ketika butuh membaca file pdf langsung dari browser mozilla, aku nggak bisa mengandalkan Document Viewer, karena jika ada file pdf di browser harus di download dulu baru bisa dibaca.

Continue reading

Cara Install Adobe Flashplayer Pada Ubuntu 64 bit

Setelah beberapa hari yang lalu aku seneng mendapatkan PC dengan spek yang sangat tinggi untuk ukuran seorang aku, aku segera menginstall OS favoritku yaitu ubuntu 64 bit. Koq bukan windows ? sejarahnya panjang… …. dah jangan tanyakan itu, tapi tanyakan saja pengalaman install adobe flashplayer di os 64 bit ini.

Terus terang kegembiraanku sedikit terganggu dengan installasi adobe flashplayer di os 64 bit ini. Installer yang disediakan di repository tidak ada karena belum support. Dan untuk beberapa hari aku kerja tanpa bisa memproses laporan-laporan dalam bentuk chart di flash. Duh betenya…

Continue reading