Gallery

Spek server seperti apa yang digunakan untuk menjalankan aplikasi PHP dan database MySql ?

This gallery contains 1 photo.

Pada beberapa kasus, development sistem aplikasi mengalami masalah ketika sistem yang telah dibuat akan dipasang pada server yang sebenarnya atau dikenal dengan istilah Server Production. Beberapa orang mengalami masalah untuk menentukan spesifikasi server yang harus disiapkan. Dalam artikel ini saya … Continue reading

Gallery

Jika sebuah project karena kejar target, tunggu saja waktu masalah akan datang !

This gallery contains 1 photo.

Sudah beberapa kali mengikuti project pembuatan sistem baik terlibat langsung atau tidak. Ada pelajaran berharga yang aku dapatkan dalam membangun sebuah sistem, nggak peduli itu sistem besar maupun kecil. Yaitu tentang bagaimana tentang sebuah sistem diselesaikan dengan berpedoman pada target … Continue reading

How to get form data into JSON with mootools javascript – Cara mengambil nilai form ke dalam JSON menggunakan javascript mootools

Satu lagi catatan ini aku buat karena aku kemarin stress untuk mengotomasikan pengambilan nilai dari sebuah html form ke dalam json untuk di kirim ke server untuk diproses. Capek juga mendeklarasikan nilai variabel satu per satu ketika mengirim data menggunakan metode AJAX.

Setelah mencari di sana dan sini, hanya menemukan cara-cara yang rumit. Bisa dipakai sih tapi terlalu banyak baris script yang harus di tulis, jadi aku nggak puas. Catatan ini tidak berlaku untuk form yang disubmit menggunakan http post atau get yaitu pada tag form ada deklarasi

<form id="formA" action="foo.jsp" method="post">
      <input type="text" name="field1" class="input"/>
      <input type="text" name="field2" class="input"/>
      <input type="submit" value="Send"/>
</form>

Bukan seperti form di atas, karena yang model seperti itu ketika button submit di klik, otomatis akan mengirim semua seuai namanya dan  nilai field di server akan dikenali sebagai field1 dan field2. Tapi ini berlaku untuk submit data menggunakan AJAX, kalau biasanya form diatas aku tulis scriptnya menjadi seperti ini: Continue reading

Error Ubuntu 12.04 E:encountered a section with no package header e problem with mergelist

Ternyata kalau kondisi internet nggak mulus, ketika lagi update package di linux sering bikin sakit kepala. Dan untuk sekarang ini kondisi internet di Indonesia masih banyak yang belum stabil. Terutama yang pakai paket data, kalo sinyal ilang, maka koneksi internet juga putus. Lhaa kalo lagi update trus internet putus seringnya ada file corrupt yang jadinya bikin error proses selanjutnya.

Itu analisaku sama error di Ubuntu 12.04 yang terinstall di notebookku. Errornya kaya gini :

E:encountered a section with no package header e problem with mergelist

Solusinya ternyata gampang. Tinggal hapus file yang ada di folder /var/lib/apt/list/. Kemudian jalankan apt-get update. Dan masalah akan selesai. Caranya lewat terminal:

sudo rm /var/lib/apt/list/* -vf
sudo apt-get update
sudo apt-get upgrade

Tapi pastikan ada koneksi internet yang stabil saat update ! Trus kalo gak ada internet, bisa pakai CD atau DVD dengan menjalankan:

sudo apt-cdroom add

Oke, itu aja solusinya … selamat mencoba dan semoga berhasil seperti saya 😀

Cara membuat launcher – application launcher – desktop launcher pada Linux Ubuntu 11.10 – Unity Desktop

Belum lama ini aku mendapatkan notebook baru dengan spek lumayan. Tetapi OSnya masih Windows 7. Karena aku nggak suka pakai Windows, aku langsung ganti dengan OS favoritku yaitu Ubuntu. Pada saat nginstall, versi terakhir dari ubuntu adalah versi 11.10 (Oeneric).

Saat menggunakan versi ini, rasanya seperti menggunakan OS baru. Bener-bener baru semuanya karena menggunakan desktop Unity (another face of Gnome 3). Setelah mencoba beberapa hari, aku merasakan banyak kemudahan dan semuanya bertambah simpel dalam pengoperasiannya terutama adanya Dash Home sebagai laucher utama. “Everything start from Dash Home” yaaa boleh aku katakan begitu lah …

Namun ada yang terasa hilang dari kebiasaanku menggunakan Ubuntu berbasis Gnome 2 yaitu soal lancher aplikasi. Kalau dulu mau mengatur atau membuat lancher tinggal cari menu “Add to panel” Jangan harap akan mudah membuatnya. Inilah satu-satunya yang membuatku cukup repot.

Yaitu untuk mengakses aplikasi harus membukah dash home terlebih dahulu kemudian ketik nama aplikasi, baru keluar icon aplikasnya. Baru kemudian baru bisa dibuka. Sungguh proses yang panjang. Model ini menurutku berbanding terbalik dengan clean dan fresh desktop yang ditawarkan. Memang dengan model ini desktop menjadi bersih dan fresh. Sebenarnya cukup dari dash home bisa akses semuanya, Tetapi untuk aplikasi favoritku yang sering diakses seperti Netbeans, Geany, SQL Developer, Teamviewer, Terminal dan lainnya butuh waktu cepat. Mengakses melalui dash home membuatkua kadang gregetan sendiri.

Tetapi Dengan sedikit trick ahirnya menaruh dan membuat shortcut di desktop sehingga bisa mudah. Caranya tertantung dari jenis aplikasinya:

  1. Untuk aplikasi yang berasal dari hasil installasi dari software center atau paket .deb, dengan membuat mendrag icon aplikasi ke desktop dari dash home.
  2. Untuk aplikasi yang berasal dari hasil ekstrak file yang untuk membukanya dari file .sh sepeerti sql developer caranya dengan copy launcher yang sudah ada kemudian kita ganti arah command dan launcher iconnya.

Berikut ini step by stepnya: Continue reading

Step by Step Install OS Linux Red Hat Enterprise Server 64 bit

Untuk menyimpan ingatan agar lebih mudah di baca lagi, tulisan kali ini berisi tentang pengalamanku kemarin install Linux Red Hat Server versi 5.5 yang 64 bit. Ceritanya neh, kantor tempat aku bekerja mau migrasi OS untuk server-server mainstream dari Windows Server ke Linux. Pilihan jatuh pada Red Hat karena da supportnya dan Bos ingin memastikan adopsi linux sebagai OS utama di lino server tidak ada masalah.

Untuk install os  Red Hat, cukup dengan memiliki satu file iso installer. Cara mendapatkannya kemarin aku dapet bareng ketika kantorku membeli server. Sebelumnya untuk mendapatkan installer redhat susah sekali, harus punya RHN, kalau nggak punya cuma 30 hari trial … Yaah agak aneh memang linux harus bayar, tapi yang bayar sebenarnya adalah supportnya, bukan linuxnya. Red Hat tetep open source, boleh dimodifikasi dengan bebas dan disebarkan lagi seperti yang dilakukan oleh CentOS, bahkan dikomersilkan seperti yang dilakukan oracle enterprise linux.

Berikut ini langkah-langkahnya. Ternyata mudah dan gampang, sudaha da GUI / tampilan yang tinggak pilih, konfigurasi dan next kemudian next dan selesai … Continue reading

Cara menginstall Oracle XE 11g pada Linux Red Hat dan Cara Membuat Connection Pool pada Glassfish 3.1 ke Oracle XE di OS Red Hat 5.5 64 bit

Melanjutkan catatanku mengenai installasi server yang aku tulis di sini, yaitu mengenai Cara menginstall java jdk6 pada Red Hat 5 dan Cara Mengganti default java pada Red Hat 5 Enterprise Server 64 bit, kali ini catatanku berisi tentang cara menginstall Oracle XE 11g para OS Linux Red Hat 5.5 64 bit.

Pokoknya kali ini aku sedang menginstall sebuah web server glassfish 3.1 untuk memasang aplikasi SSO yang telah aku jelaskan sebelumnya di bawah ini :

  1. https://ahsanfiles.wordpress.com/2011/02/20/step-by-step-membuat-server-single-sign-on-sso/
  2. https://ahsanfiles.wordpress.com/2011/02/24/membangun-sso-server-untuk-implementasi-single-sign-on/
  3. https://ahsanfiles.wordpress.com/2011/09/28/mengintegrasikan-banyak-sistem-user-management-menggunakan-single-sign-on-sso/
  4. https://ahsanfiles.wordpress.com/2011/09/28/implementasi-sso-single-sign-on-pada-inhouse-aplikasi-ditjen-bea-dan-cukai/

Lho apa hubungannya glassfish, oracle dengan SSO ? Baca dulu tulisan mengenai SSO yang aku sebutkan di atas !
Glassfish sebagai application server yang aku gunakan untuk memasang SSO Server, Oracle XE aku gunakan untuk membuat user management. Yaah pokoknya gitu deh intinya …

Yuk kita mulai dengan cara menginstall Oracle XE-nya dulu di red hat : Continue reading

Cara menginstall java jdk6 pada Red Hat 5 dan Cara Mengganti default java pada Red Hat 5 Enterprise Server 64 bit

Menjadi seorang admin server atau data center kadang menyenangkan kalau semuanya lancar jaya, tetapi kadang sampe pucat pasi keringat dingin di ruangan server bersuhu 18 derajat celcius kalau ada error atau masalah yang penyelesaiannya nggak tau harus bagaimana lagi.

Aku bukan seorang admin server atau data center, tetapi sering melakukan pekerjaan layaknya seorang admin data center seperti install server, konfigurasi network, install os server dan lainnya. Catatan ini aku buat agar aku nggak lupa apa yang aku lakukan malam ini (kamis, 29 September 2011, jam 00.10 WIB). Semuanya try, catch, error dan finally sukses :mrgreen:

Whaaa lembur atau ngapain tuh jam segitu belum pulang ke rumah ?
Jangan di tanya soal ini yak !

Oke, di bawah ini adalah catatanku tentang cara menginsall Java khususnya jdk6 u27 pada OS Linux Red Hat 5.5. Penuh dengan suka dan dan duka… (lebay bro …) tapi itulah yang aku rasakan, soalnya install server sambil menemui beberapa masalah yang sempet bikin aku panik. Langsung aja …

  1. Download installer jdk 64 bit buat linux red hat dari websitenya oracle, sampai mendapatkan file jdk-6u27-linux-x64-rpm.bin atau versi yang lebih baru. http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk-6u27-download-440405.html
  2. Melaui terminal, masuk sebagai user root kemudian masuk ke folder dimaan installer jdknya di simpan. Dalam hal ini aku mendownload dan menyimpannya di /home/glassfish/jdk-6u27-linux-x64-rpm.bin. Kemudian jalankan perintah sh jdk-6u27-linux-x64-rpm.bin dan tunggu sampai selesai. Lihat gambar di bawah ini :

  3. Selesai !

Lho koq gampang banget ? Iya emang gampang, tapi kita belum bisa menggunakan java yang barusan kita install sebagai default jvmnya. Kita harus mengubah alternatif java pada /usr/sbin/alternatives. Default java kalau kita menginstall red hat adalah jdk versi 1.4.2 … jaman jebod broo…

Cara mengganti default java dari jdk 1.4.2 ke jdk6 adalah sebagai berikut :

  1. Tetep login sebagai root kemudian ketikan perintah /usr/sbin/alternatives –install /usr/bin/java java /usr/java/jdk1.6.0_23/bin/java 1
    Atau lihat gambar di bawah ini :

  2. Kemudian cek versi java default dengan perintah :
    java -version, hasilnya harus jdk6 seperti pada bagian terakhir gambar nomor 2 di atas …

Selamat mencoba semoga sukses …