Gallery

[Solved] Android Studio Error on Ubuntu 14.04 LTS : Startup Error, Unable to detect graphics environment !

This gallery contains 6 photos.

Many users ubuntu since version 12.xx cannot install java jdk via apt-get and then install manually. Download jdk for linux from oracle.com website and extract into lib (e.g /usr/lib/jvm/jdk1.xxx), then register java with update-alternatives. For common java application which self … Continue reading

Error Ubuntu 12.04 E:encountered a section with no package header e problem with mergelist

Ternyata kalau kondisi internet nggak mulus, ketika lagi update package di linux sering bikin sakit kepala. Dan untuk sekarang ini kondisi internet di Indonesia masih banyak yang belum stabil. Terutama yang pakai paket data, kalo sinyal ilang, maka koneksi internet juga putus. Lhaa kalo lagi update trus internet putus seringnya ada file corrupt yang jadinya bikin error proses selanjutnya.

Itu analisaku sama error di Ubuntu 12.04 yang terinstall di notebookku. Errornya kaya gini :

E:encountered a section with no package header e problem with mergelist

Solusinya ternyata gampang. Tinggal hapus file yang ada di folder /var/lib/apt/list/. Kemudian jalankan apt-get update. Dan masalah akan selesai. Caranya lewat terminal:

sudo rm /var/lib/apt/list/* -vf
sudo apt-get update
sudo apt-get upgrade

Tapi pastikan ada koneksi internet yang stabil saat update ! Trus kalo gak ada internet, bisa pakai CD atau DVD dengan menjalankan:

sudo apt-cdroom add

Oke, itu aja solusinya … selamat mencoba dan semoga berhasil seperti saya 😀

Cara membuat launcher – application launcher – desktop launcher pada Linux Ubuntu 11.10 – Unity Desktop

Belum lama ini aku mendapatkan notebook baru dengan spek lumayan. Tetapi OSnya masih Windows 7. Karena aku nggak suka pakai Windows, aku langsung ganti dengan OS favoritku yaitu Ubuntu. Pada saat nginstall, versi terakhir dari ubuntu adalah versi 11.10 (Oeneric).

Saat menggunakan versi ini, rasanya seperti menggunakan OS baru. Bener-bener baru semuanya karena menggunakan desktop Unity (another face of Gnome 3). Setelah mencoba beberapa hari, aku merasakan banyak kemudahan dan semuanya bertambah simpel dalam pengoperasiannya terutama adanya Dash Home sebagai laucher utama. “Everything start from Dash Home” yaaa boleh aku katakan begitu lah …

Namun ada yang terasa hilang dari kebiasaanku menggunakan Ubuntu berbasis Gnome 2 yaitu soal lancher aplikasi. Kalau dulu mau mengatur atau membuat lancher tinggal cari menu “Add to panel” Jangan harap akan mudah membuatnya. Inilah satu-satunya yang membuatku cukup repot.

Yaitu untuk mengakses aplikasi harus membukah dash home terlebih dahulu kemudian ketik nama aplikasi, baru keluar icon aplikasnya. Baru kemudian baru bisa dibuka. Sungguh proses yang panjang. Model ini menurutku berbanding terbalik dengan clean dan fresh desktop yang ditawarkan. Memang dengan model ini desktop menjadi bersih dan fresh. Sebenarnya cukup dari dash home bisa akses semuanya, Tetapi untuk aplikasi favoritku yang sering diakses seperti Netbeans, Geany, SQL Developer, Teamviewer, Terminal dan lainnya butuh waktu cepat. Mengakses melalui dash home membuatkua kadang gregetan sendiri.

Tetapi Dengan sedikit trick ahirnya menaruh dan membuat shortcut di desktop sehingga bisa mudah. Caranya tertantung dari jenis aplikasinya:

  1. Untuk aplikasi yang berasal dari hasil installasi dari software center atau paket .deb, dengan membuat mendrag icon aplikasi ke desktop dari dash home.
  2. Untuk aplikasi yang berasal dari hasil ekstrak file yang untuk membukanya dari file .sh sepeerti sql developer caranya dengan copy launcher yang sudah ada kemudian kita ganti arah command dan launcher iconnya.

Berikut ini step by stepnya: Continue reading

Step by Step Install OS Linux Red Hat Enterprise Server 64 bit

Untuk menyimpan ingatan agar lebih mudah di baca lagi, tulisan kali ini berisi tentang pengalamanku kemarin install Linux Red Hat Server versi 5.5 yang 64 bit. Ceritanya neh, kantor tempat aku bekerja mau migrasi OS untuk server-server mainstream dari Windows Server ke Linux. Pilihan jatuh pada Red Hat karena da supportnya dan Bos ingin memastikan adopsi linux sebagai OS utama di lino server tidak ada masalah.

Untuk install os  Red Hat, cukup dengan memiliki satu file iso installer. Cara mendapatkannya kemarin aku dapet bareng ketika kantorku membeli server. Sebelumnya untuk mendapatkan installer redhat susah sekali, harus punya RHN, kalau nggak punya cuma 30 hari trial … Yaah agak aneh memang linux harus bayar, tapi yang bayar sebenarnya adalah supportnya, bukan linuxnya. Red Hat tetep open source, boleh dimodifikasi dengan bebas dan disebarkan lagi seperti yang dilakukan oleh CentOS, bahkan dikomersilkan seperti yang dilakukan oracle enterprise linux.

Berikut ini langkah-langkahnya. Ternyata mudah dan gampang, sudaha da GUI / tampilan yang tinggak pilih, konfigurasi dan next kemudian next dan selesai … Continue reading